News Update »

Kisah Dr Eka Erwansyah, Dosen Kedokteran Unhas Anggota Tim Relawan Unhas

puskominfo.com, Palu – Bencana Palu dalam pandangan saya bukan hanya Bencana Luar biasa, tapi “Sungguh Sangat Luar biasa” Jum’at (28/09/2018). Biasanya dalam suatu bencana hanya ada 1 atau 2 “pembunuh”. Biasanya gempa saja, atau Gempa plus tsunami. Bencana Aceh didahului gempa tapi “Sang Pembunuh” sebenarnya adalah hanya 1 yaitu tsunami. Nah di Palu ada TIGA “Sang Pembunuh” pertama yaitu Gempa banyak sekali bangunan hancur dan juga banyak korban tertimbun reruntuhan bangunan, Kedua Tsunami mungkin sekitar 1000 orang disekitar pantai sedang persiapan Festival Nomini akibatnya banyak sekali yang tersapu oleh tsunami, Ketiga yaitu Lumpur Karena Ada perkampungan yang hilang akibat lumpur yang menyembur dari dalam perut bumi dan dalam sekejap menenggelamkan 1 perkampungan. Diperkirakan sekitar 700 orang terkubur hidup2.. ada juga sekitar 200 orang siswa SMA sedang kemah juga terkubur dlm lumpur yg tiba2 menyembur dan menimbun mereka. Kebetulan Saya dan teman-teman yang tergabung dalam Tim DVI Unhas sudah berada di lokasi sejak kemaren pagi. Kampung yang hilang itu Kampung Petobo, daerah Sigi. Kemaren saat saya sedang menghimpun data ante mortem korban, saya tidak kuasa menahan tangis. Saat saya sedang bertugas datang seorang bapak datang melaporkan anaknya yang hilang, Dia curhat, Ketika itu beliau sedang mengantarkan anaknya mengaji lokasi rumahnya dan rumah tempat mengaji hanya dipisahkan oleh jembatan. Begitu anaknya didrop, dia balik ke rumahnya, baru mau masuk ke rumah tiba mendengar bunyi bbluuumm, dia pun balik badan dan hanya melihat hamparan tanah kosong berlumpur kemana perginya rumah – rumah satu perkampungan?, Hanya dalam hitungan detik hilang di telan bumi

Like!
0
  • Like!
    0

Comments:

Leave A Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>