News Update »

Kenangan 4 Hari Jadi Musafir Palu Nomoni, Tsunami dan Gempa

PALU ( 28/9/18 ) Ketua Umum Lembaga Adat Tatar Sunda Diansyah Putra begitu antusias dan respon ketika LEMBAGA ADAT TATAR SUNDA yang di ketuai olehnya mendapat undangan “BEST PRATICE IMPLEMENTASI PENGUATAN PERAN TOKOH INFORMAL DAN LEMBAGA ADAT LOKAL” dari Pemerintah daerah Sulteng mewakili Provinsi Jawa Barat dari sekian banyak organisasi adat ke Sundaan yang ada,yang Sedyanya juga akan di Hadiri oleh beberapa menteri dan pejabat pemerintah,

Diansyah Putra bertolak dari Bandar Soeta bersama tamu undangan lain perwakilan dari Lembaga Kebudayaan Betawi LKB Bang Imbong Sapaan akrab beliau, diantara Hadirin yang di agendakan datang juga adalah para Raja, Sultan dan ketua ketua Lembaga Adat dari tiap tiap daerah, Sangat jelas terbayang kemeriahan dan keramaiannya, Para Raja – Raja, Sultan dan Perwakilan Lembaga Adat Nusantara menempati salah satu Hotel tepi pantai karna rencana keesokan harinya yaitu agenda tanggal 29/9/18 hari Sabtu mereka akan di sambut dengan sambutan “SELAMAT DATANG” baik dari pemerintah setempat instansi pemerintah, pemerintah daerah serta dari para murid Murid-murid sekolah dasar hingga SMA, dan agenda sore hari jumat 28/9 adalah Gladiresik dari para siswa siswa sekolah tersebut untuk agenda esok harinya.

Diansyah menyempatkan diri turun ke pantai, ada keganjilan yang Beliau rasakan yaitu “kenapa ikan – ikan ini begitu banyaknya di tepi pantai, hingga beliau memuji kekayaan laut Palu” Begitu banyak ikan di Laut ini, Sedang menikmati keindahan laut dan pantai KETUM LATS Diansyah Putra ingat bahwa beliau harus menjalankan kewajiban Sholat yang belum di laksanakan, hingga beliau kembali ke Hotel dan mengajak Bang Imbong untuk melaksanakan Sholat bersama.

Adapun awalnya mereka terpikir untuk makan terlebih dahulu di lantai 1 Hotel, Tuhan menyelamatkan mereka karena lantai 1 Hotel tersebut tertimpa lantai atasnya serta terendam air, Hiruk pikuk suara orang dan penghuni Hotel yang panik tak terkira, Diansyah Putra yang mengalir Darah Ksatria di Badannya tak memikirkan diri pribadi, beliau hanya berfikir bagaimana menyelamatkan orang2 dan penghuni Hotel sebanyak – banyaknya, di saat segenap isi dan Barang – Barang Hotel Berterbangan dan berjatuhan terlempar dari tempatnya, Diansyah tak Perdulikan Nyawa dan Keselamatannya, Beliau berkata “Apabila saya tidak selamat semoga Tuhan akan membalas kebaikan saya kali ini”, banyak yang terselamatkan atas ijin Tuhan dengan bantuan tangan Diansyah.

Setelah beliau memastikan bahwa tidak ada lagi orang lain selain dia di Hotel, hingga dialah orang terakhir yang meninggalkan Hotel, Diansyah Putra berlari menuju tempat yang tinggi setinggi mungkin entah ke mana arahnya karena beliau belum tahu daerah mana yang di tuju hingga sampailah beliau di tempat yang tinggi maksimal menurut perkiraannya dan dari tempat itulah beliau menyaksikan perkampungan penduduk yang amblas di telan bumi, di tempat tinggi entah dimana Diansyah di Sapa seorang tua “Tahukah ini dimana?”, Tidak Jawab Diansyah, Anda di selamatkan oleh Tuhan di WENTIRA, anda pernah dengar WENTIRA ?, Tidak jawab Diansyah, kalau anda tidak tahu, cari tahu saja daerah mana itu WENTIRA Orang tua menutup kata katanya

”CATATAN PRIBADI DIANSYAH PUTRA KETUA UMUM LEMBAGA ADAT TATAR SUNDA”.

Like!
0
  • Like!
    0
umarudin - umarudin
umarudin has written 170 awesome articles.

Comments:

Leave A Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>