News Update »

Polda Metro Perang Terhadap Narkoba

POLDA Metro Jaya memusnahkan 71,8 kilogram sabu dan 15.326 butir ekstasi hasil perang narkoba selama Juli – Agustus 2019. Pemusnahan narkoba digelar Senin pagi, (19/08/2019) di Main Hall Polda Metro Jaya. Pemusnahan dilakukan dengan membakar barang haram itu menggunakan tungku khusus.

Tampak Hadir dalam konferensi pers ungkap kasus tindak pidana narkoba dan pemusnahan barang bukti narkoba sitaan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya ini di antaranya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono, Dirresnarkoba PMJ Kombes Pol. Herry Heryawan dan Kabid Humas PMJ Kombes Pol. Argo Yuwono. Hadir juga Ketua FOKAN/GMDM, Jefri T. Tambayong, SH selaku undangan khusus dari aktivis anti narkoba.

Dalam giat tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono memimpin langsung proses pemusnahan. “Kita akan terus melakukan perang terhadap narkoba ini,” ujar Gatot dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin.

Gatot menambahkan, narkotika yang dimusnahkan ini telah mendapat keputusan hukum dari pengadilan negeri dan masih ada sisa narkotika hasil sitaan dari 154 tersangka di seluruh wilayah Jabodetabek yang tengah menunggu keputusan pengadilan. “Dengan dimusnahkannya barang bukti sabu dan ekstasi tersebut, dapat menyelamatkan 374.326 jiwa,” ujar Gatot.

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono menjelaskan, 154 tersangka itu diciduk dari kawasan Jabodetabek. Mereka memiliki perannya masing-masing, seperti hanya sekadar pemakai, pengedar, hingga bandar besar.

Menurut catatan kepolisian selama dua bulan terakhir, dari seluruh wilayah di Jabodetabek pengungkapan kasus narkoba dan obat palsu paling banyak terjadi di wilayah Bekasi Kota. “Ada 18 tersangka yang ditangkap dari wilayah Bekasi Kota,” ujar Argo.

Dalam perang narkoba ini, polisi menjerat ratusan tersangka dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Hukuman pidana berdasarkan pasal tersebut ialah penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun atau paling lama 20 tahun. Selain itu akan ada pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp. 10 miliar.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Presnas Fokan Jefri Tambayong mengapresiasi kegiatan pemusnahan barang bukti (BB) narkoba yang dilakukan Polda Metro Jaya. “Saya sangat mendukung pemusnahan BB yang digelar Ditresnarkoba Polda Metro Jaya,” kata Jefri.

Jefri yang juga Ketum GMDM menegaskan, komitmennya dalam pemberantasan narkoba tak kan surut. Sebagai pegiat anti narkotika, FOKAN, GMDM bersama BNN dan Polri akan selalu bersinergi dalam mendukung program P4GN untuk Indonesia Bersinar. ED – JAKARTA

  • Like!
    0
Admin - Admin
Admin has written 55 awesome articles.

Comments:

Leave A Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>